Posted by : ina kawaii Rabu, 17 April 2013

Chapter 1 :
sebuah kilas cerita lama, kejadian ini terjadi waktu gue masih duduk dibangku kuliah sekitar tahun 2010.
saat itu yang seperti biasanya gue berangkat kuliah, naik bus atau angkot yang mengarah pada tujuan jurusan Senen (916 , 9A atau M01), karena kampus gue berlokasi di BSI Kramat, secara itu angkot lewat kampus gue.
next, waktu lagi nunggu angkot di halte Kelor (halte yang setia nemenin gue dari jaman penajajahan SMA dulu), dateng seorang ibu-ibu atau bisa dibilang nenek muda yah sekitar umur 55tahunan duduk disebelah gue. itu muka si nenek melas (tampang kasian) gitu, terus negor gue :
nenek : mau kemana dek ?
gue : mau berangkat kuliah nek..
nenek  : kuliah dimana ?
gue : di kramat senen, nenek mau kemana ?
nenek : nenek mau pulang cuma ga punya uang
(gue mikir nih si nenek dateng dari mana, koq tau-tau mau pulang ga punya duit, karena gue orangnya ramah tamah, baik hati, tidak sombong dan tidak rajin menabung *intinya sih kasian* gue kasih duit yah lumayan lah buat dia ongkos pulang sih cukup.)
gue ga tanya panjang kali lebar, gue bilang aja : nih nek, buat ongkos ..
si nenek berterima kasih versi hiperbola gitu *terima kasih dek, terima kasih sambil nangis terisak-isak* (hahahah bo'ong deh, gue yang lebay :D )
itu nenek terima kasih ke gue dan doa-doain gue, jadi horor gitu. #takut

ga lama angkot gue dateng, yaudah gue tinggal deh tuh si nenek. bye-bye nenek..
(itu bukan cerita inti)
---------------------------------------
---------------------------------------
Chapter 2 :
di lain hari pulang kuliah, gue juga naik angkot, maklumlah belom punya duit buat beli kendaraan sendiri. dan seperti biasa gue nunggu di halte Simpang Lima yang sebrangan sama kampus gue Tercinta itu.
gue duduk samping nenek-nenek lagi, yang kali ini agak lebih tua sekitar 60tahunan (sotoy banget)

---------------------------------------------------------------
kemudian hang *modem pinjeman* lemot
---------------------------------------------------------------
nah lanjut, gue kira nih nenek adalah nenek yang waktu itu minta tolong ke gue, ternyata beda orang. itu nenek ngajak ngobrol gue, katanya dia dari pasar senen, gue disuruh bayarin baju yang dia bawa, tapi itu baju ada didalem kantong kresek item. yah gue sih ngerti maksud itu nenek, sama kayak cerita sebelumnya yang bilang mau pulang tapi ga punya uang (maklum lah jaman sekarang banyak yang modus, PHP gitu deh, pacaran aja banyak koq yang di PHP'in *PHP : Pemberi Harapan Palsu*, lho koq jadi curhat). and then yang kali ini gue ladenin itu nenek, gue ngobrol (ACDC : Aku Cerita Dia Curhat), yah dia cerita tentang keluarganya yah pokoke begindang lah yahh, mau pulang kerumahnya daerah lebak bulus (gue mikir nih nenek jauh-jauh dari lebak bulus ke senen ngapain gitu, kalo emang itu nenek punya anak, anaknya ga tau diri banget, masa orang tuanya dibiarin pergi sendirian)
intinya sih itu nenek jual baju, dia bilang bayarin berapa aja buat ongkos pulang, yah gue males basa-basi, gue bantu dan gue kasih tau angkot yang menjurus ke lebak bulus, nah pada saat gue kasih duit, dia ngasih kresek item yang berisi baju, gue bilang ga usah nek !, kata dia udah bawa aja tapi jangan dibuka sebelum sampe rumah, waduuh serem lagi ini ceritanya
gue kira ini acara Minta Tolong yang ada di tipi-tipi itu lho, gue nengok kiri kanan takut ada kamera *kena dehh*, ternyata ga ada..hhahahaha
kemudian jemputan gue dateng, gue tinggalin deh tuh si nenek, begonya gue nurut aja buka baju yang dikasih itu nenek dirumah. nah gue bengong didalem angkot, apa jangan-jangan baju yang dikasih nenek tadi adalah baju keramat, semacam keris gitu, penasaran aja ga pake banget.
sesampainya dirumah, gue buka kantong plastiknya, *JENG-JENG* tahukah anda, ternyata isinya adalah sebuah baju gamis putih panjang dan lusuh, hmm buat apaan gue beginiian..
dan akhirnya baju itu gue simpen dan sekarang udah dibuang karena ga tau mau diapakan..
------------------------------------------------------
------------------------------------------------------
Chapter 3 :
berangkat kuliah lagi, secara ga sadar gue ketemu nenek yang pertama modusin gue, ketemu di dalem angkot M01, gue emang tipe orang yang pelupa, tapi kalo ada hal yang buat gue kepikiran jadi inget. kayaknya orang yang didalem angkot itu pernah liat, ihh iya itu nenek-nenek yang di halte kelor yang minta tolong ga punya duit buat pulang kerumah versi chapter 1.
tapi itu nenek sok ga kenal gue ato lebih tepatnya pura-pura ga ngeliat gue, hmm gue di Modusin ini ceritanya, yasudahlah biar Tuhan yang balas yang penting saya ikhlas :D
-----------------------------------------------------
-----------------------------------------------------
Chapter 4 :
someday, in the morning at Kelor Shelter. gue naik bus 916 jurusan Kp. Melayu - Tanah Abang, ga sengaja ketemu nenek Chapter 2, dia mau berangkat ke senen katanya, dia masih inget sama gue, padahal kejadiaannya lama banget, dia negor dan ngajak ngobrol gue :
nenek : ehh dek, kamu yang waktu itu nolongin nenek..
gue : (lupa-lupa inget) hhehehe iya nek (padahal lupa nenek yang mana)
nenek : iya kamu yang waktu nolongin nenek di senen, nenek inget muka kamu, itu lho yang idungnya mancung......... -____-" *kemudian hening sejenak*
*anjriiiittt, sumpah, ciyus lo nek gue mancung ?, lo puji gue apa menghina nih ! cuma lo doang nek yang bilang gue mancung*
kemungkinan 1 : apa karena itu nenek lebih pesek dari gue, sehingga itu nenek bilang gue mancung.
kemungkinan 2 : apa cuma pujian buat gue karena gue udah pernah nolong dia
kemungkinan 3 : dia mau ngeledek gue dengan cara halus, dengan menyebut hidung gue mancung..
*maaf saya agak sedikit sensitif jika berbicara tentang hidung*
kemungkinan 4 : nenek itu berbicara jujur jika ia menyebutkan hidung saya mancung, hmm sepertinya kemungkinan ke'4 ini impossible alias tidak mungkin.
kemungkinan 5 : nenek ingin menyenangkan hati gue
kemungkinan 6 : si nenek salah orang, karena yang nolongin dia ga cuma gue aja
kemungkinan 7 : si nenek ingin mengajak bercanda
kemungkinan 8 : si nenek mau ngajak gue berantem..
haaa apalah itu semua, gue pun tersenyum dan tertawa kecil saat dikatakan hidung mancung.. hihi hihi hihi hihi..
dia curhat ke gue, gue disuruh ikut kerumahnya, soalnya dirumahnya ada bla bla bla bla bla........
ga berapa lama ngobrol, tau ga apa kelakuan apa lagi dari itu nenek, yaaap benar.. dia menjual barang lagi ke gue..
*argghh Modus ini, benar-benar modus berkedok nenek-nenek,gue di modusin, ada bakwan di balik udang, ato ada maksud di balik hidung mancung*
kali ini dia menjual kerudung second (seken) warna biru tua kalo ga salah, dia minta dibayarin berapa aja untuk kerudungnya itu. dan kali ini pula gue ngasih duit ke dia dalam nominal kembalian abis bayar angkot *duitnya gue gulung-gulung biar keliatan banyak*. gue bilang ke tuh nenek :
gue : nek, ambil aja, kerudungnya nenek bawa aja
nenek : udah kamu ambil aja, nenek ga enak, nenek kan jual bukannya minta
gue (dalem hati) : *yah nek to the point aja, saya tau maksud anda..* *sambil senyum-senyum terpaksa* ga nek ga apa-apa, saya ikhlas ambil aja..
dan kebetulan bus gue sampe depan kampus, gue buru-buru turun dan mengucapkan selamat tinggal kepada nenek-nenek tadi..

yah sekian cerita ini gue buat, intinya rangkum sendiri aja yah, ini cuma cerita yang iseng-iseng inget dan gue tulis ketik.
(sering banget nulis nenek jadi nenen, saking getolnya ngetik :D )
sekian cerita ini saya buat, apabila ada kesamaan tempat, nama dan kejadian, itu adalah kebetulan semata dan tidak direkayasa
terima kasih sudah membaca artikel tidak jelas ini
wassalam..
foto semasa kuliah



Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Ina Kawaii - Hentai Ouji - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -