cuma pengen share sedikit banyak cerita kehidupan gue, yupss tema yang kali ini akan gue bahas adalah "Teman Bukan Sahabat", mungkin beberapa orang mendefinisikan Teman itu sama dengan Sahabat. it's wrong (salah), jauh dan sangat berbeda sekali ternyata. dulu sewaktu gue kecil, gue punya temen deket namanya "dea", yaa namanya anak kecil ga ngerti apa itu teman ato sahabat, yang penting gue sayang dan nyaman sama orang itu dan gue menyatakan kalo dia itu cuma "teman main" karena rumahnya berdekatan dengan rumah gue. seiring berjalannya waktu akhirnya gue kehilangan dia karena dia pindah rumah, sedih gitu karena dia temen yang gue sayang.
nah setelah gue mulai gede, gue banyak melalui perjalanan panjang, banyak cerita dan pengalaman yang ga sekedar gue lewatin begitu aja. semasa masa ABG ("anak baru gede" ato "anak baru gaul") gue, mulai dari lulus SD sampe gue kuliah, jujur aja gue rada nyesel, why ? karena gue banyak gaya, kebanyakan hip hip hura dan gue banyak bo'ongin orang tua gue.. (Jangan Ditiru), maklum aja masih labil, masa pertumbuhan.
dan dari perjalanan dan pengalaman hidup gue selama 22tahun ini, gue nemuin begitu banyak orang yang lalu lalang, masuk dan keluar di hidup gue. dari situ gue belajar baca karakter orang, (FYI: gue itu punya banyak temen, walo kadang gue lebih suka sendirian). gue baru bisa membedakan mana itu Teman dan mana itu Sahabat pas waktu duduk dibangku SMA.
suatu ketika, ada nomor aneh masuk ke hape gue (cowok), ga tau itu siapa. kemudian dia masuk ke alur cerita gue, lumayan lama gue kenal itu orang tapi gue ga pernah ketemu ato telepon-teleponan. dari semua nasihat yang dia kasih ke gue, itu asli bikin gue nyaman sama dia, gue menetapkan dia "Sahabat tak berwujud". lama-lama gue penasaran sama dia, kayaknya dia kenal gue banget, apa jangan-jangan dia kenal sama gue tapi dia nyamar jadi orang lain. saking kepo'nya gue, gue telepon dia via telepon umum (pada masa itu telepon umum dan wartel belum punah), gue pura-pura salah sambung dan menanyakan siapa yang punya nomor itu, terjawablah bahwa orang tersebut berbohong, dia bo'ongin gue tentang semua status yang dia kasih tau waktu pertama kenalan. dan saat itu juga gue minta dia supaya berhenti jadi temen gue, yah kecewa sih karena udah di bohongin. tapi gapapalah lagian gue juga baru kenal, padahal udah asik banget sama dia. beberapa hari kemudian ada nomor baru lagi mau kenalan sama gue, dan gue tau banget orang baru yang mau kenalan sama gue itu adalah dia yang bohongin gue, dan gue ga pernah nanggepin nomor-nomor aneh lagi.
dan waktu di sekolah, gue punya gank namanya CILUKBAA (jangan tanya artinya apa!), yang beranggotakan Desi Natalia (Opunk : Ketua Suku), Ramadita Safitri (Rama), Indah Nala Zulfah (Balelay Indah), Shofia Fatimah (Bibir), Tanzil Dendra Zikri (Tanzil), Artinto Danang Saputra (Danang) dan gue. mereka temen baik gue, susah seneng kita rasain bareng-bareng. dan dari mereka, gue ambil 1 orang yang gue apresiasikan jadi "sahabat", dia adalah Opunk, kenapa harus opunk ? bukannya mereka semua juga deket sama gue ?, jawabannya adalah : gue hanya butuh 1 orang yang bisa bikin gue percaya dan nyaman sama orang itu, ga gampang buat gue dapetin "chemistry" yang bener-bener pas untuk jadi teman terbaik gue. iya opunk itu pemikirannya dewasa (tua) itu yang gue suka dari dia.
suatu ketika gank gue itu lagi broken, entah masalahnya apa, beberapa dari mereka bertengkar dan gue ga memihak pada siapapun, karena itu masalah mereka, gue takut kalo ngomong jadi salah paham dan dikira gue mihak sebelah, mereka udah sama-sama gede, jadi harusnya mereka bisa selesaikan masalah mereka itu. tepencarlah indah, rama, sofie, danang dengan opunk beserta tanzil dan gue always netral. opunk dan tanzil memisahkan diri dan membuat pertemanan baru dengan Gembul, Ria, Juhadiansyah (cha-cha). gank baru mereka lebih esklusive ato elite, mereka hobby ajojing a.k.a dugem karena memang mereka dari keluarga yang berada, berbanding terbalik dengan gank cilukbaa yang sederhana dengan kebersamaan walo pada ga punya tapi mereka saling melengkapi. (FYI : pertama kali gue ikut dugem dengan gank opunk yang baru). karena gue lebih deket sama opunk, jadi waktu gue lebih banyak ikut opunk.
inti dari cerita yang gue ceritakan diatas adalah :
suatu ketika Opunk yang saat itu adalah sahabat gue, yang gue percaya sepenuhnya ke dia, dia mengkhianati gue cuma demi uang, dia dekat dengan Gembul yang semasa itu jaya akan financial, ada masalah yang ngga gue ceritain disini karena panjang dan gue hanya menceritakan intinya aja. dia membeli persahabatan ini dengan uang. betapa kecewanya gue.
and then, saat ini yang baru gue alami adalah, gue bener-bener kehilangan teman terbaik (bukan sahabat). cuma karena 1 hal yang menurut gue ga perlu dibesar-besarkan, dan kita sama-sama dewasa. dia begitu membenci gue, entah kenapa, dia hampir udah ga pernah negor gue, bahkankalo di ajak ngomong dijawab seadanya aja, yasudahlah mungkin dia udah ga mau gue ganggu, dan gue sama dia saling diam-diaman, walopun begitu gue masih sayang sama dia, biar dikata dia benci sama gue, gue ga akan benci balik ke dia, karena gue sayang dan tau dia baik banget sama gue. ga tau siapa yang salah, yang penting gue ga pernah salahin siapapun.
dari situ gue belajar, orang yang paling dekat dengan kita, yang kita sayang ternyata bisa sangat mengecewakan, dan gue akan memilah-milah lagi mana yang pantas mendapatkan gelar Teman atau Sahabat. bahkan teman kecil sekalipun, kecil besar bersama, gue belum bisa memberinya gelar sahabat. dan gue sampe saat ini ga percaya ato impossible nemuin sahabat. gue menyebutnya semua adalah TEMAN.
gue mendefinisikan seperti ini :
Teman : mereka adalah orang yang hanya menemani kita untuk bersenang-senang sementara waktu, orang yang sekedar ingin tau kita, tips : jangan biarkan dia terlalu jauh mengenal kita, karena orang itu seperti bunglon, bisa berubah sesuai mood dan keinginan mereka, ingat teman itu bisa manis didepan dan pahit dibelakang kita. yang gue alami adalah jika kita memiliki 1 group pertemanan wanita, pasti dan sudah terbukti jika salah satu diantaranya tidak ada, maka yang lain akan membicarakan teman yang tidak ada pada saat itu. segala apa yang ada akan diceritakan, kebanyakan buruknya yang dijadikan bahan gossip.
Sahabat : orang yang kita pilih karena dia memberikan hal yang lebih, apa ? kita saling melengkapi, tidak berat sebelah, maksudnya ? jika kita butuh, dia ada. jika dia butuh, kita ada, saling timbal balik. dia selalu ada buat kita, tidak hanya saat kita senang saja, bahkan pada saat masa tersulit kita, dia hadir untuk kita, begitu sebaliknya. dia tidak hanya sekedar tau tentang kita, bahkan dia rela berkorban untuk kita. rasanya jarang dan hampir sudah tidak bisa lagi ditemukan orang semacam ini. bahkan orang lama atau teman lama yang kita kenal belum tentu layak kita sebut dia sahabat, atau jangan terlalu percaya juga dengan sahabat (bukan maksud su'udzon / negative) karena di era ini, banyak sudah cerita seorang sahabat yang menusuk dari belakang, semua tergantung pada kita masing-masing.
hidup ini tidak menjamin semua akan terjawab pasti. semua juga ga ada yang abadi, manusia itu sementara. saran gue kalo ada masalah yang ringan atopun berat sekalipun ga usah curhat-curhatan lebih ke orang lain, apalagi kalo masalah cuma sepele, bisa kali untuk ga umbar-umbar cerita ga penting ke orang lain, cukup kita yang tau, karena ga semua orang mau peduli sama kita. kalo cara gue, paling curhat ama tembok kalo ngga nulis di buku catatan, semua masalah yang muter-muter di kepala gue, gue tumpahin ke buku, setidaknya meringankan gue. dan, kalo udah berat banget, mending cerita ke orang tua, lebih terjamin keamanan dari pada cerita ke temen. ato kurang puas juga, hayoo coba curhat ke Tuhan, selain kita berdoa, Dia bisa memberi jalan keluar ;)
ingat ! ga ada yang abadi !, kalo ada mantan pacar, mantan temen, mantan sahabat, mantan majikan, dsb, ga ada tuh istilah mantan orang tua (kecuali dipecat jadi anak). semua tergantung kita yang jalanin, jangan terlalu mendramatisir hidup, hidup ga selamanya menyenangkan, hidup juga ga selamanya mengecewakan, jadi jalani aja seadanya, buktinya gue, walo sering disakitin, tetep aja jalan terus.. :D
kuncinya percaya sama diri sendiri, jangan terlalu percaya orang lain, semua kita yang jalanin. hidup kita, kita sendiri yang menuliskan naskah cerita kita, jangan biarkan orang lain mencoret kertas kita, jangan gampang menyerah, apabila hidup terasa berat, mintalah bantuan ke orang tua untuk memberi solusi, cara lain ? iya pasrahkan pada Tuhan YME..hhe (sambil usaha juga yah)..
and then, saat ini yang baru gue alami adalah, gue bener-bener kehilangan teman terbaik (bukan sahabat). cuma karena 1 hal yang menurut gue ga perlu dibesar-besarkan, dan kita sama-sama dewasa. dia begitu membenci gue, entah kenapa, dia hampir udah ga pernah negor gue, bahkankalo di ajak ngomong dijawab seadanya aja, yasudahlah mungkin dia udah ga mau gue ganggu, dan gue sama dia saling diam-diaman, walopun begitu gue masih sayang sama dia, biar dikata dia benci sama gue, gue ga akan benci balik ke dia, karena gue sayang dan tau dia baik banget sama gue. ga tau siapa yang salah, yang penting gue ga pernah salahin siapapun.
dari situ gue belajar, orang yang paling dekat dengan kita, yang kita sayang ternyata bisa sangat mengecewakan, dan gue akan memilah-milah lagi mana yang pantas mendapatkan gelar Teman atau Sahabat. bahkan teman kecil sekalipun, kecil besar bersama, gue belum bisa memberinya gelar sahabat. dan gue sampe saat ini ga percaya ato impossible nemuin sahabat. gue menyebutnya semua adalah TEMAN.
gue mendefinisikan seperti ini :
Teman : mereka adalah orang yang hanya menemani kita untuk bersenang-senang sementara waktu, orang yang sekedar ingin tau kita, tips : jangan biarkan dia terlalu jauh mengenal kita, karena orang itu seperti bunglon, bisa berubah sesuai mood dan keinginan mereka, ingat teman itu bisa manis didepan dan pahit dibelakang kita. yang gue alami adalah jika kita memiliki 1 group pertemanan wanita, pasti dan sudah terbukti jika salah satu diantaranya tidak ada, maka yang lain akan membicarakan teman yang tidak ada pada saat itu. segala apa yang ada akan diceritakan, kebanyakan buruknya yang dijadikan bahan gossip.
Sahabat : orang yang kita pilih karena dia memberikan hal yang lebih, apa ? kita saling melengkapi, tidak berat sebelah, maksudnya ? jika kita butuh, dia ada. jika dia butuh, kita ada, saling timbal balik. dia selalu ada buat kita, tidak hanya saat kita senang saja, bahkan pada saat masa tersulit kita, dia hadir untuk kita, begitu sebaliknya. dia tidak hanya sekedar tau tentang kita, bahkan dia rela berkorban untuk kita. rasanya jarang dan hampir sudah tidak bisa lagi ditemukan orang semacam ini. bahkan orang lama atau teman lama yang kita kenal belum tentu layak kita sebut dia sahabat, atau jangan terlalu percaya juga dengan sahabat (bukan maksud su'udzon / negative) karena di era ini, banyak sudah cerita seorang sahabat yang menusuk dari belakang, semua tergantung pada kita masing-masing.
hidup ini tidak menjamin semua akan terjawab pasti. semua juga ga ada yang abadi, manusia itu sementara. saran gue kalo ada masalah yang ringan atopun berat sekalipun ga usah curhat-curhatan lebih ke orang lain, apalagi kalo masalah cuma sepele, bisa kali untuk ga umbar-umbar cerita ga penting ke orang lain, cukup kita yang tau, karena ga semua orang mau peduli sama kita. kalo cara gue, paling curhat ama tembok kalo ngga nulis di buku catatan, semua masalah yang muter-muter di kepala gue, gue tumpahin ke buku, setidaknya meringankan gue. dan, kalo udah berat banget, mending cerita ke orang tua, lebih terjamin keamanan dari pada cerita ke temen. ato kurang puas juga, hayoo coba curhat ke Tuhan, selain kita berdoa, Dia bisa memberi jalan keluar ;)
ingat ! ga ada yang abadi !, kalo ada mantan pacar, mantan temen, mantan sahabat, mantan majikan, dsb, ga ada tuh istilah mantan orang tua (kecuali dipecat jadi anak). semua tergantung kita yang jalanin, jangan terlalu mendramatisir hidup, hidup ga selamanya menyenangkan, hidup juga ga selamanya mengecewakan, jadi jalani aja seadanya, buktinya gue, walo sering disakitin, tetep aja jalan terus.. :D
kuncinya percaya sama diri sendiri, jangan terlalu percaya orang lain, semua kita yang jalanin. hidup kita, kita sendiri yang menuliskan naskah cerita kita, jangan biarkan orang lain mencoret kertas kita, jangan gampang menyerah, apabila hidup terasa berat, mintalah bantuan ke orang tua untuk memberi solusi, cara lain ? iya pasrahkan pada Tuhan YME..hhe (sambil usaha juga yah)..
Teman Bukan Sahabat
Tag :
Read Post : Teman Bukan SahabatJumat, 31 Mei 2013
Author : ina kawaii
Comments : 2
Tag :
Read Post : Teman Bukan SahabatJumat, 31 Mei 2013
siapa yang bisa menebak kemana arah rindu berjalan ?
dia hanya membisikkan kata kemana angin bertiup..
perjalanan dibatas negeri yang telah membawanya pergi.
hilang dalam bimbang,
sadarkah kau, bahwa keraguan akan membunuh cintamu ?
mencampakkan impian masa depanmu dan membuat jiwa merana tanpa arah..
"aku masih ingat pintamu..", dia terisak menangis.
sebutir cinta yang tak pernah digenggamnya..
dia juga tak berani bertaruh untuk menganggap hidup ini seperti buah dadu yang diambil dari kotaknya,
tanpa pernah tahu nilai yang diperoleh,
kecuali keyakinan untuk nilai kemenangan.
dia terlalu takut bahwa lelaki itu akan meninggalkannya,
berharap cinta yang sedalam samudera.
walau tak tau sampai kapan dia melepas mimpi mimpi dalam pelabuhan hatinya..
suatu hari kelak, ketika bulan tinggi merengkuh malam,
angin akan membawa lagu yang pernah dinyanyikan melewati bintang,
sebuah lagu cinta..
mungkin lagu itu tak pernah selesai didengarnya,
karena jendela yang ditutupnya,
gemuruh angin terlalu keras malam itu..
sebuah pepatah mengatakan "Roma tidak dibangun dalam sehari".
demikian juga kesuksesan tidak dibangun secara instan.
apalagi jika itu adalah sebuah kesuksesan jangka panjang,
untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan kesabaran.
jika kamu ingin sampai ke kantor atau rumah dengan selamat, tentu kamu harus sabar menghadapi kemacetan dan pengemudi lain yang berhamburan, ugal-ugalan atau melanggar lalu lintas.
demikian juga untuk menggapai kesuksesan.
kesabaran adalah kunci dan fondasi untuk membangun kesuksesan.
jika kamu dicemoohkan orang, mendapatkan penolakan, menghadapi banyak rintangan atau belum memperoleh hasil signifikan dari kerja keras kamu selama ini, bersabarlah..
sebelum menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Bill Gates selama bertahun-tahun menerima pendapatan dari software ciptaannya hanya $2 per hari, nilai yang lebih rendah dari gaji seorang pegawai rendahan sekalipun di Amerika.
tapi Bill Gates tetap sabar dan yakin dalam menjalankan bisnisnya.
demikian juga J.K Rowling, penulis laris buku Harry Potter yang
sangat mendunia, sebelum sebuah penerbit kecil di Inggris, Bloomsbury menerbitkan novel Harry Potter, J.K Rowling menghadapi 12 kali penolakan terhadap manuskripnya. seandainya J.K Rowling menyerah dan tidak sabar dalam menghadapi 12 penolakan tersebut, kita tidak pernah membaca hasil karyanya menakjubkan itu dan ia pun tidak sesukses seperti sekarang ini.
jika kamu merasa sudah cukup bersabar, tambahkan lagi dosis sabar kamu :)
"perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan adalah pada kesabaran dan ketekunan.."
"seseorang yang ahli dalam kesabaran adalah ahli dalam segala hal" - George Savile
From my Friend "Anne Ahira"
terombang-ambing dalam kebimbangan ketidak pastian..
perjalanan tanpa arah, berhari-hari lamanya ku telusuri mengalir mengikuti arah angin..
bertebaran, berputar-putar, sempat terhenti dan terpencar kembali,,
kemana lagi harusku langkahkan kaki ini berpijak ?
pada siapa aku akan menetapkan persinggahan terakhir perjalananku ?
siapa yang akan menuntunku menelusuri sisa waktuku ?
angin itu tak cukup membantu..
angin itu tak memberi jawaban..
ingin ku bisikkan 1 cerita masa'ku bersama angin,
ku terus mengikutinya, tanpa bisa ku genggam, tak dapat ku raih wujudnya..
jika kau (angin) berhembus lurus seperti aliran air di sungai dan jelas akan kemana kan bermuara, mungkin setidaknya dapat ku sentuhmu,
aku akan tau kemana aku berlari mengikutinya..
tak adil untukku, aku lelah mengejarmu
tak bisa ku lihat,
tak bisa ku sentuh,
aku hanya dapat merasakanmu, itu saja, seperti harapan kosong..
kau nampak sejuk dimana pohon besar dan rindang berdiri,
sementara aku hanya dapat melihat dengan merasakan bahwa kau bahagia dengan itu.
pohon itulah alasan mengapa kau begitu sejuk..
dan aku tak akan pernah bisa berharap bahwa kau (angin) akan berubah menjadi sebuah kepastian.
perjalanan tanpa arah, berhari-hari lamanya ku telusuri mengalir mengikuti arah angin..
bertebaran, berputar-putar, sempat terhenti dan terpencar kembali,,
kemana lagi harusku langkahkan kaki ini berpijak ?
pada siapa aku akan menetapkan persinggahan terakhir perjalananku ?
siapa yang akan menuntunku menelusuri sisa waktuku ?
angin itu tak cukup membantu..
angin itu tak memberi jawaban..
ingin ku bisikkan 1 cerita masa'ku bersama angin,
ku terus mengikutinya, tanpa bisa ku genggam, tak dapat ku raih wujudnya..
jika kau (angin) berhembus lurus seperti aliran air di sungai dan jelas akan kemana kan bermuara, mungkin setidaknya dapat ku sentuhmu,
aku akan tau kemana aku berlari mengikutinya..
tak adil untukku, aku lelah mengejarmu
tak bisa ku lihat,
tak bisa ku sentuh,
aku hanya dapat merasakanmu, itu saja, seperti harapan kosong..
kau nampak sejuk dimana pohon besar dan rindang berdiri,
sementara aku hanya dapat melihat dengan merasakan bahwa kau bahagia dengan itu.
pohon itulah alasan mengapa kau begitu sejuk..
dan aku tak akan pernah bisa berharap bahwa kau (angin) akan berubah menjadi sebuah kepastian.
sesayang apa sih kalian sama orang-orang yang kalian cinta ? pasti ga bisa digambarin atau diungkapkan dengan kata-kata yaa ? :) ternyata banyak yang bisa kita lakukan untuk mengungkapkan rasa cinta kita untuk mereka, misalnya memberikan surprise (kejutan) berupa hadiah atau bahkan sekedar ucapan kata sayang. tidak perlu yang mewah atau istimewa, karena dengan kejutan atau ucapan sayang yang sederhana saja bisa menyenangkan mereka, dengan begitu mereka akan memahami kalau kita sayang kepadanya.
disini saya hanya menambahkan embel-embel isi saja, karena artikel tentang cinta ini sudah ada dan meluas sebelumnya yang berjudul "101 Ways to Say I Love You", dikarenakan judul dan isinya berbahasa Inggris, jadi saya hanya menambahkan terjemahannya saja, diperuntukan bagi yang belum paham, tidak mengerti atau tidak mau gaya-gayaan berbahasa Inggris..(hehehe..). artikel ini hanya berisi pengungkapan atau kata-kata untuk mengucapkan atau gombalan cinta, bukan dengan cara tindakan seperti Give Something to Someone.
kebanyakan orang sekarang monoton, itu-itu saja (termasuk saya)..
"berhubung saya juga baru membaca artikel tersebut barangkali ini bisa dipakai.."
iya monoton, just "I Love You.." yaa ini lebih baik dari pada tidak mengucapkan sama sekali. saya juga baru tau ternyata banyak kata-kata cinta yang bisa kita ucapkan bukan cuma i love you saja, karena saya juga bukan tipe orang yang romantis. mungkin 101 kata dibawah ini bisa membantu agar lebih berwarna dalam pengungkapan rasa sayang.
berikut kata cinta yang bisa dikatakan :
nahh, sebenarnya banyak yang bisa dikatakan, kita bisa membuatnya sendiri, tergantung inspirasi dan daya gombalan anda yang tinggi, menunjukan rasa sayang ga perlu sering-sering pakai materi, soalnya kalau keterusan si doi bisa ketergantungan :D
coba buat sesuatu yang indah untuk si sayang dengan cara sederhana, mungkin bisa dengan membuat handmade papercraft dari kertas bekas dengan pernak-pernik lucu dan dituliskan kata-kata cinta yang disebutkan diatas, hmm pasti deh orang yang menerimanya tersenyum manis..
good luck..
101 Cara Mengungkapkan kata "Aku Sayang Kamu"
Tag :
Read Post : 101 Cara Mengungkapkan kata "Aku Sayang Kamu"Jumat, 17 Mei 2013
Author : ina kawaii
Comments : 0
Tag :
Read Post : 101 Cara Mengungkapkan kata "Aku Sayang Kamu"Jumat, 17 Mei 2013
"..pabila cinta memanggilmu...
ikutilah dia walaupun jalannya berliku-liku...
dan, pabila sayapnya merangkulmu,,
pasrahlah serta menyerah...
walau pedang tersembunyi disela sayap itu melukaimu.."
- Kahlil Gibran -
Kahlil Gibran Love Quotes
Tag :
Read Post : Kahlil Gibran Love QuotesKamis, 16 Mei 2013
Author : ina kawaii
Comments : 0
Tag :
Read Post : Kahlil Gibran Love QuotesKamis, 16 Mei 2013
Chapter 1 :
sebuah kilas cerita lama, kejadian ini terjadi waktu gue masih duduk dibangku kuliah sekitar tahun 2010.
saat itu yang seperti biasanya gue berangkat kuliah, naik bus atau angkot yang mengarah pada tujuan jurusan Senen (916 , 9A atau M01), karena kampus gue berlokasi di BSI Kramat, secara itu angkot lewat kampus gue.
next, waktu lagi nunggu angkot di halte Kelor (halte yang setia nemenin gue dari jaman penajajahan SMA dulu), dateng seorang ibu-ibu atau bisa dibilang nenek muda yah sekitar umur 55tahunan duduk disebelah gue. itu muka si nenek melas (tampang kasian) gitu, terus negor gue :
nenek : mau kemana dek ?
gue : mau berangkat kuliah nek..
nenek : kuliah dimana ?
gue : di kramat senen, nenek mau kemana ?
nenek : nenek mau pulang cuma ga punya uang
(gue mikir nih si nenek dateng dari mana, koq tau-tau mau pulang ga punya duit, karena gue orangnya ramah tamah, baik hati, tidak sombong dan tidak rajin menabung *intinya sih kasian* gue kasih duit yah lumayan lah buat dia ongkos pulang sih cukup.)
gue ga tanya panjang kali lebar, gue bilang aja : nih nek, buat ongkos ..
si nenek berterima kasih versi hiperbola gitu *terima kasih dek, terima kasih sambil nangis terisak-isak* (hahahah bo'ong deh, gue yang lebay :D )
itu nenek terima kasih ke gue dan doa-doain gue, jadi horor gitu. #takut
ga lama angkot gue dateng, yaudah gue tinggal deh tuh si nenek. bye-bye nenek..
(itu bukan cerita inti)
---------------------------------------
---------------------------------------
Chapter 2 :
di lain hari pulang kuliah, gue juga naik angkot, maklumlah belom punya duit buat beli kendaraan sendiri. dan seperti biasa gue nunggu di halte Simpang Lima yang sebrangan sama kampus gue Tercinta itu.
gue duduk samping nenek-nenek lagi, yang kali ini agak lebih tua sekitar 60tahunan (sotoy banget)
sebuah kilas cerita lama, kejadian ini terjadi waktu gue masih duduk dibangku kuliah sekitar tahun 2010.
saat itu yang seperti biasanya gue berangkat kuliah, naik bus atau angkot yang mengarah pada tujuan jurusan Senen (916 , 9A atau M01), karena kampus gue berlokasi di BSI Kramat, secara itu angkot lewat kampus gue.
next, waktu lagi nunggu angkot di halte Kelor (halte yang setia nemenin gue dari jaman penajajahan SMA dulu), dateng seorang ibu-ibu atau bisa dibilang nenek muda yah sekitar umur 55tahunan duduk disebelah gue. itu muka si nenek melas (tampang kasian) gitu, terus negor gue :
nenek : mau kemana dek ?
gue : mau berangkat kuliah nek..
nenek : kuliah dimana ?
gue : di kramat senen, nenek mau kemana ?
nenek : nenek mau pulang cuma ga punya uang
(gue mikir nih si nenek dateng dari mana, koq tau-tau mau pulang ga punya duit, karena gue orangnya ramah tamah, baik hati, tidak sombong dan tidak rajin menabung *intinya sih kasian* gue kasih duit yah lumayan lah buat dia ongkos pulang sih cukup.)
gue ga tanya panjang kali lebar, gue bilang aja : nih nek, buat ongkos ..
si nenek berterima kasih versi hiperbola gitu *terima kasih dek, terima kasih sambil nangis terisak-isak* (hahahah bo'ong deh, gue yang lebay :D )
itu nenek terima kasih ke gue dan doa-doain gue, jadi horor gitu. #takut
ga lama angkot gue dateng, yaudah gue tinggal deh tuh si nenek. bye-bye nenek..
(itu bukan cerita inti)
---------------------------------------
---------------------------------------
Chapter 2 :
di lain hari pulang kuliah, gue juga naik angkot, maklumlah belom punya duit buat beli kendaraan sendiri. dan seperti biasa gue nunggu di halte Simpang Lima yang sebrangan sama kampus gue Tercinta itu.
gue duduk samping nenek-nenek lagi, yang kali ini agak lebih tua sekitar 60tahunan (sotoy banget)
---------------------------------------------------------------
kemudian hang *modem pinjeman* lemot
---------------------------------------------------------------
nah lanjut, gue kira nih nenek adalah nenek yang waktu itu minta tolong ke gue, ternyata beda orang. itu nenek ngajak ngobrol gue, katanya dia dari pasar senen, gue disuruh bayarin baju yang dia bawa, tapi itu baju ada didalem kantong kresek item. yah gue sih ngerti maksud itu nenek, sama kayak cerita sebelumnya yang bilang mau pulang tapi ga punya uang (maklum lah jaman sekarang banyak yang modus, PHP gitu deh, pacaran aja banyak koq yang di PHP'in *PHP : Pemberi Harapan Palsu*, lho koq jadi curhat). and then yang kali ini gue ladenin itu nenek, gue ngobrol (ACDC : Aku Cerita Dia Curhat), yah dia cerita tentang keluarganya yah pokoke begindang lah yahh, mau pulang kerumahnya daerah lebak bulus (gue mikir nih nenek jauh-jauh dari lebak bulus ke senen ngapain gitu, kalo emang itu nenek punya anak, anaknya ga tau diri banget, masa orang tuanya dibiarin pergi sendirian)
intinya sih itu nenek jual baju, dia bilang bayarin berapa aja buat ongkos pulang, yah gue males basa-basi, gue bantu dan gue kasih tau angkot yang menjurus ke lebak bulus, nah pada saat gue kasih duit, dia ngasih kresek item yang berisi baju, gue bilang ga usah nek !, kata dia udah bawa aja tapi jangan dibuka sebelum sampe rumah, waduuh serem lagi ini ceritanya
gue kira ini acara Minta Tolong yang ada di tipi-tipi itu lho, gue nengok kiri kanan takut ada kamera *kena dehh*, ternyata ga ada..hhahahaha
kemudian jemputan gue dateng, gue tinggalin deh tuh si nenek, begonya gue nurut aja buka baju yang dikasih itu nenek dirumah. nah gue bengong didalem angkot, apa jangan-jangan baju yang dikasih nenek tadi adalah baju keramat, semacam keris gitu, penasaran aja ga pake banget.
sesampainya dirumah, gue buka kantong plastiknya, *JENG-JENG* tahukah anda, ternyata isinya adalah sebuah baju gamis putih panjang dan lusuh, hmm buat apaan gue beginiian..
dan akhirnya baju itu gue simpen dan sekarang udah dibuang karena ga tau mau diapakan..
------------------------------------------------------
------------------------------------------------------
Chapter 3 :
berangkat kuliah lagi, secara ga sadar gue ketemu nenek yang pertama modusin gue, ketemu di dalem angkot M01, gue emang tipe orang yang pelupa, tapi kalo ada hal yang buat gue kepikiran jadi inget. kayaknya orang yang didalem angkot itu pernah liat, ihh iya itu nenek-nenek yang di halte kelor yang minta tolong ga punya duit buat pulang kerumah versi chapter 1.
tapi itu nenek sok ga kenal gue ato lebih tepatnya pura-pura ga ngeliat gue, hmm gue di Modusin ini ceritanya, yasudahlah biar Tuhan yang balas yang penting saya ikhlas :D
-----------------------------------------------------
-----------------------------------------------------
Chapter 4 :
someday, in the morning at Kelor Shelter. gue naik bus 916 jurusan Kp. Melayu - Tanah Abang, ga sengaja ketemu nenek Chapter 2, dia mau berangkat ke senen katanya, dia masih inget sama gue, padahal kejadiaannya lama banget, dia negor dan ngajak ngobrol gue :
nenek : ehh dek, kamu yang waktu itu nolongin nenek..
gue : (lupa-lupa inget) hhehehe iya nek (padahal lupa nenek yang mana)
nenek : iya kamu yang waktu nolongin nenek di senen, nenek inget muka kamu, itu lho yang idungnya mancung......... -____-" *kemudian hening sejenak*
*anjriiiittt, sumpah, ciyus lo nek gue mancung ?, lo puji gue apa menghina nih ! cuma lo doang nek yang bilang gue mancung*
kemungkinan 1 : apa karena itu nenek lebih pesek dari gue, sehingga itu nenek bilang gue mancung.
kemungkinan 2 : apa cuma pujian buat gue karena gue udah pernah nolong dia
kemungkinan 3 : dia mau ngeledek gue dengan cara halus, dengan menyebut hidung gue mancung..
*maaf saya agak sedikit sensitif jika berbicara tentang hidung*
kemungkinan 4 : nenek itu berbicara jujur jika ia menyebutkan hidung saya mancung, hmm sepertinya kemungkinan ke'4 ini impossible alias tidak mungkin.
kemungkinan 5 : nenek ingin menyenangkan hati gue
kemungkinan 6 : si nenek salah orang, karena yang nolongin dia ga cuma gue aja
kemungkinan 7 : si nenek ingin mengajak bercanda
kemungkinan 8 : si nenek mau ngajak gue berantem..
haaa apalah itu semua, gue pun tersenyum dan tertawa kecil saat dikatakan hidung mancung.. hihi hihi hihi hihi..
dia curhat ke gue, gue disuruh ikut kerumahnya, soalnya dirumahnya ada bla bla bla bla bla........
ga berapa lama ngobrol, tau ga apa kelakuan apa lagi dari itu nenek, yaaap benar.. dia menjual barang lagi ke gue..
*argghh Modus ini, benar-benar modus berkedok nenek-nenek,gue di modusin, ada bakwan di balik udang, ato ada maksud di balik hidung mancung*
kali ini dia menjual kerudung second (seken) warna biru tua kalo ga salah, dia minta dibayarin berapa aja untuk kerudungnya itu. dan kali ini pula gue ngasih duit ke dia dalam nominal kembalian abis bayar angkot *duitnya gue gulung-gulung biar keliatan banyak*. gue bilang ke tuh nenek :
gue : nek, ambil aja, kerudungnya nenek bawa aja
nenek : udah kamu ambil aja, nenek ga enak, nenek kan jual bukannya minta
gue (dalem hati) : *yah nek to the point aja, saya tau maksud anda..* *sambil senyum-senyum terpaksa* ga nek ga apa-apa, saya ikhlas ambil aja..
dan kebetulan bus gue sampe depan kampus, gue buru-buru turun dan mengucapkan selamat tinggal kepada nenek-nenek tadi..
yah sekian cerita ini gue buat, intinya rangkum sendiri aja yah, ini cuma cerita yang iseng-iseng inget dan gue tulis ketik.
(sering banget nulis nenek jadinenen, saking getolnya ngetik :D )
sekian cerita ini saya buat, apabila ada kesamaan tempat, nama dan kejadian, itu adalah kebetulan semata dan tidak direkayasa
terima kasih sudah membaca artikel tidak jelas ini
wassalam..
gue : (lupa-lupa inget) hhehehe iya nek (padahal lupa nenek yang mana)
nenek : iya kamu yang waktu nolongin nenek di senen, nenek inget muka kamu, itu lho yang idungnya mancung......... -____-" *kemudian hening sejenak*
*anjriiiittt, sumpah, ciyus lo nek gue mancung ?, lo puji gue apa menghina nih ! cuma lo doang nek yang bilang gue mancung*
kemungkinan 1 : apa karena itu nenek lebih pesek dari gue, sehingga itu nenek bilang gue mancung.
kemungkinan 2 : apa cuma pujian buat gue karena gue udah pernah nolong dia
kemungkinan 3 : dia mau ngeledek gue dengan cara halus, dengan menyebut hidung gue mancung..
*maaf saya agak sedikit sensitif jika berbicara tentang hidung*
kemungkinan 4 : nenek itu berbicara jujur jika ia menyebutkan hidung saya mancung, hmm sepertinya kemungkinan ke'4 ini impossible alias tidak mungkin.
kemungkinan 5 : nenek ingin menyenangkan hati gue
kemungkinan 6 : si nenek salah orang, karena yang nolongin dia ga cuma gue aja
kemungkinan 7 : si nenek ingin mengajak bercanda
kemungkinan 8 : si nenek mau ngajak gue berantem..
haaa apalah itu semua, gue pun tersenyum dan tertawa kecil saat dikatakan hidung mancung.. hihi hihi hihi hihi..
dia curhat ke gue, gue disuruh ikut kerumahnya, soalnya dirumahnya ada bla bla bla bla bla........
ga berapa lama ngobrol, tau ga apa kelakuan apa lagi dari itu nenek, yaaap benar.. dia menjual barang lagi ke gue..
*argghh Modus ini, benar-benar modus berkedok nenek-nenek,gue di modusin, ada bakwan di balik udang, ato ada maksud di balik hidung mancung*
kali ini dia menjual kerudung second (seken) warna biru tua kalo ga salah, dia minta dibayarin berapa aja untuk kerudungnya itu. dan kali ini pula gue ngasih duit ke dia dalam nominal kembalian abis bayar angkot *duitnya gue gulung-gulung biar keliatan banyak*. gue bilang ke tuh nenek :
gue : nek, ambil aja, kerudungnya nenek bawa aja
nenek : udah kamu ambil aja, nenek ga enak, nenek kan jual bukannya minta
gue (dalem hati) : *yah nek to the point aja, saya tau maksud anda..* *sambil senyum-senyum terpaksa* ga nek ga apa-apa, saya ikhlas ambil aja..
dan kebetulan bus gue sampe depan kampus, gue buru-buru turun dan mengucapkan selamat tinggal kepada nenek-nenek tadi..
yah sekian cerita ini gue buat, intinya rangkum sendiri aja yah, ini cuma cerita yang iseng-iseng inget dan gue tulis ketik.
(sering banget nulis nenek jadi
sekian cerita ini saya buat, apabila ada kesamaan tempat, nama dan kejadian, itu adalah kebetulan semata dan tidak direkayasa
terima kasih sudah membaca artikel tidak jelas ini
wassalam..
![]() |
| foto semasa kuliah |
The Story About Nenek-Nenek
Tag :
Read Post : The Story About Nenek-NenekRabu, 17 April 2013
Author : ina kawaii
Comments : 0
Tag :
Read Post : The Story About Nenek-NenekRabu, 17 April 2013





